Work With Heart

Suatu ketika saya bertemu dengan seorang kawan lama. Singkat cerita kawan saya ini mengeluh dengan pekerjaannya saat ini. Yang dikeluhkan menurut saya adalah hal sepele, namun bagi beliau sangatlah berarti. Mau tahu keluhannya apa ? Jadi beliau ini bekerja sebagai ground staff pada sebuah maskpai penerbangan swasta. Setiap hari tugasnya menghadapi penumpang yang menggunakan maskapainya. “Capek gue kerja disana…” beliau mulai berujar. “Capek kenapa ?” tanya saya. “Iyalah….hampir setiap hari pesawat gue delay…yang ada penumpang pada marah ke gue…coba lo pikir deh…yang salah kan maskpainya ya?! Eh kok gue yang dimarahin. Kalo kerja dimarahin terus mending gue keluar (resign) aja ah..” Dalam hati saya hanya tersenyum karena ketidakpahaman kawan saya itu. Oh iya, untuk informasi saja, perusahaan maskapai tempat kawan saya bekerja ini adalah perusahaan ke empat dalam 1,5 tahun beliau berkarir. Jadi beliau sudah 4 kali keluar masuk perusahaan yang berbeda dalam 1,5 tahun. Entah apa sih yang dicari.

Fenomena diatas banyak terjadi dalam dunia pekerjaan. Dan banyak alasan yang dikemukakan kenapa mereka sangat getol keluar masuk perusahan. Sebenarnya bila mereka mengerti apa itu hakekat bekerja, mereka pasti enjoy bekerja di manapun juga. Saya bicara soal tempat bekerja yang ideal ya, dimana bentuk penghargaan kompetensi dinilai ideal dengan gaji yang mereka terima. Saya pernah melakukan research sederhana dengan bertanya satu pertanyaan kepada kawan, senior atau orang lain yang aktif bekejra di perusahaan. Pertanyaanya begini : apa sih hakekat bekerja itu ? Jawabannya macam-macam. Ada yang jawab bekerja itu untuk mencari nafkah. Ada yang jawab bekerja itu untuk mendapatkan uang. Tapi ada juga loh yang jawab, bekerja untuk mencarai jodoh.

Dari jawaban-jawaban diatas, tidak satu pun membuat saya puas. Hingga suatu hari saya mendapatkan satu jawab yang menurut saya sangat pas dan menenangkan. Bekerja itu adalah IBADAH. Bila kita telaah definisi ibadah, ibadah itu ada yang langsung dan tak langsung. Yang langsung itu seperti ibadah sholat pada orang muslim, pergi ke geraja pada orang Kristen. Kalau ibadah tidak langsung adalah kegiatan yang tidak langsung ditujukan untuk menyembah atau menganggungkan Tuhan, tapi berkegiatan untuk memberikan manfaat bagi orang yang memberi kerja dan manfaat bagi keluarga, sanak saudara. Atas manfaat yang ditimbulkannya itulah makanya disebut ibadah tidak langsung.

Sekarang kita korek lebih dalam lagi soal bekerja ini. Satu pertanyaan penting lagi dan mohon dijawab dengan seksama. Apa sih akfitas inti dalam bekerja ? Betul, jawabannya adalah SERVICE/MELAYANI. Kenapa ? karena tidak ada satu pun pekerjaan yang tidak melakukan SERVICE, tidak ada unsur melayaninya. Ada ? TIDAK ADA! Makanya, mau bekerja jadi kondektur kek atau jadi direktur kek, semua pasti ada unsur SERVICE nya. Anda tak akan bisa lari dari aktifitas SERVICE ini. Maka pegang 3 hal penting ini agar hidup Anda damai aman sentosa, apa 3 hal itu ? Camkan baik-baik :

  1. Service adalah sebuah KEPASTIAN
  2. Service adalah MEMBERI
  3. Service adalah Saling KETERGANTUNGAN

Saya coba jelaskan satu-satu ya :

  1. Service adalah sebuah kepastian, sudah saya jelaskan sedikit di atas. Intinya dunia ini tidak akan berjalan mulus bila tidak ada kegiatan SERVICE. Service itu melekat pada setiap pekerjaan, apapun pekerjaannya
  2. Service adalah MEMBERI. Pada hakekatnya SERVICE itu adalah memberi, sama seperti dalam kehidupan kita, bahwa hidup itu adalah MEMBERI, sejak kita dilahirkan hingga kita wafat. Contoh : saat kita lahir, kita memberi apa ? pastinya memberi kebahagian kepada kedua orang tua kita dan bila saat kita wafat sebagai seorang pimpinan dikantor misalnya, wafatnya kita memberi kesempatan bagi orang lain untuk menduduki posisi yang kita tinggalkan. Jadi SERVICE itu adalah KEHIDUPAN karena sama-sama mengandung arti MEMBERI.
  3. Service adalah KETERGANTUNGAN. Sadarkah kita bahwa sejak awal penciptaan manusia, saat kita masih menjadi zigot, kita menempel didinding rahim. Artinya kita tergantung dengan pihak lain. Oleh sebab itu, melihat hubungan antara kita dengan pelanggan, kedua belah pihak sangat bergantung. Tidak akan ada pelanggan bila tidak ada perusahaannya. Dan Perusahaan akan bubar bila tidak ada pelanggannya.

Lalu bagaimana proses diatas bisa kita jalankan dengan baik ? Kita perlu strategi yang namanya HEART, HEART adalah Helpful, Empathy, Attention, Responsive dan Trust. Bagaimana penjelasannya ? Sebagai berikut :

  1. Helpful : senantiasa membantu orang lain. Jadikan sebagai gaya hidup. Agar mudah menjadi orang yang helpful jadilah orang yang humble
  2. Empathy : berikan empathy kepada siapapun yang membutuhkan. Kerahkan effort agar empathy menjadi semakin tulus
  3. Attention : berikan perhatian dalam bentuk yang sederhana sekalipun. Contohnya senyum
  4. Responsive : jadilah orang yang responsive dengan mengusung “Can Do mindset”. Tumbuhkan pula respect yang tinggi agar kita semakin responsive
  5. Trust : dari kempat hal di atas, bila kita konsinten melakukan semuanya, maka kepercayaanlah yang akan kita peroleh dari pelanggan kita

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Work With Heart. Semoga menginspirasi.

Erwin Snada | @erwinsnada | Senior Trainer 168 Solution | Associate Hijrah Coach

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *